Skip to main content

Hinakah Kita Sebagai Kaum Introvert?


                                                   sumber:  http://www.nerdycreator.com

Banyak dari kalangan orang yang mengartikan introvert itu adalah sosok kutu buku, selalu asyik dengan kegiatan sendiri, selalu menutup diri, pendiam, bahkan anti sosial. Kita tentunya sudah mengetahui istilah introvert dan extrovert dalam kepribadian seseorang. Lain lagi pemahamannya dengan extrovert, extrovert itu cenderung periang, suka keramaian, hiper aktiv, suka berorganisasi, bising, dan istilah-istilah lainnya. Jelas-jelas itu kebalikan dari introvert bukan?

Introvert Bukanlah Suatu Hal yang Hina

                                                    sumber: https://www.hipwee.com

Jika kamu adalah seorang yang introvert, kamu bukanlah seseorang yang hina! Catat itu. Kan banyak yang bilang kamu itu kutu buku, suka menyendiri, tidak terlalu suka keramaian, cenderung menutup diri. Ungkapan-ungkapan tersebut bukanlah sesuatu yang negatif. Apakah kamu tau? hina itu berkaitan dengan hal-hal yang negatif. Misalkan kamu mencuri, pasti kamu akan merugikan diri sendiri dan orang lain, efeknya pun tak tanggung-tanggung, kamu pasti akan dikucilkan dan orang-orang tidak akan percaya lagi kepadamu. Bahkan mencuri merupakan sesuatu yang meghinakan kita di hadapan Tuhan dan orang lain bukan?. Terus kalau kamu seorang kutu buku, pendiam, menutup diri, letak negatifnya itu dimana? Itu semua akan menjadi sesuatu yang negatif, jika kamu mengisi hari-hari mu dengan hal-hal yang merugikan dirimu sendiri dan juga orang-orang yang ada di sekitar kamu

Jadi, Apa Sih yang Membuat Hina Itu?


                                                sumber:  http://www.nerdycreator.com

kamu tau apa itu sugesti? Ya, sugesti adalah proses psikologis dimana seseorang membimbing pikiran, perasaan, atau perilaku orang lain. pertanyaannya, apa sih hubungan sugesti, introvert, dan hina? Jawabannya adalah ketika kamu mensugesti diri kamu dengan mengatakan, ah saya ini introvert, saya sulit bergaul, orang-orang nggak suka sama saya, saya dikucilkan dan masih banyak lagi ungkapan pesimis lain yang kita lontarkan di pikiran kita sendiri. Ketika kamu berkata seperti itu, berarti kamu telah mensugesti diri kamu sendiri untuk menjadi hal-hal negatif yang ada dipikiran kamu tadi. Kamu introvert bukan berarti kamu sehina apa yang orang-orang katakan kepadamu, kamu pendiam bukan berarti kamu tidak suka bergaul dengan orang lain, kamu cenderung menutup diri bukan berarti kamu itu anti sosial. Bisa jadi, kamu pendiam itu karna kamu memang tidak suka banyak bicara begitu juga dengan kamu menutup diri, mungkin itu cara kamu untuk menghindari berbagai konflik, kamu beranggapan kalau diam itu lebih baik. Ibarat kita bicara 4 kalimat, jika dibalas 10 kalimat tanpa solusi, malah bisa jadi tambah panas bukan?

Kesimpulannya Apa?

                                                          sumber: https://student.unud.ac.id

Jadi, kesimpulannya adalah introvert itu bukanlah suatu yang hina, yang membuat hina itu adalah pikiran kita sendiri, yaitu bagaimana kita memandang diri kita sendiri dari sudut pesimis ataupun optimis. Nah, jangan berfikir lagi kalau introvert itu hina ya?

Comments

Popular posts from this blog

My inspiration come from everywhere

              image: sites.google.com Inspirasi itu memang sangat sulit sekali ditebak, bahkan kita tidak bisa menetukan kapan ia harus datang. Akan tetapi kita bisa mengundangnya. Banyak sekali hal-hal yang bisa mendatangkan inspirasi. Kita bisa bisa mengundangnya dari lirik lagu, menonton film, bersantai di taman, berbicara dengan orang lain, kisah-kisah, patah hati, bahagia, impian, cita-cita, target, dan segala hal. Ya, segala hal. Memang lucu, tapi saya pernah mendapatkan sebuah inspirasi ketika sedang menggundar kain kotor di kamar mandi.

Rumah yang Terlupakan

                                                        Image: society6.com Tiga tahun aku tinggal di asrama Menempuh pendidikan sekolah yang jauh dari rumah Empat jam perjalanan jaraknya Membuatku sulit untuk pulang Karena biaya dan waktu yang terbatas Kini Empat tahun lagi aku akan tinggal di kontrakan Menempuh pendidikan kuliah yang jauh dari rumah Dua jam perjalanan jaraknya Masih saja membuatku sulit untuk pulang Karena tugas kuliah yang tiada ujungnya Selepas ini Entah berapa lama lagi aku akan jauh dari rumah Jauh dari orang tua dan sanak saudara Bersama bercanda, bercerita, dan tertawa Aku akui Lelah sekali rasanya jauh dari rumah Tempat di mana aku dibesarkan Dalam dekapan dan kasih sayang orang tua Meskipun aku sering merindukan rumah tercinta Lebih sering pula aku melupakannya Oh ru...