Skip to main content

Teori Sentuhan

     image: lifestyle.kompas.com


Sentuhan adalah bagian dari kekuatan. Dia bisa saja menenangkan apa saja yang disentuhnya, termasuk hal-hal yang ganas sekalipun. Sentuhan sangat-sangat bisa menyelesaikan masalah, dan itu semua harus didukung dengan beberapa trik dan cara-cara yang tepat. Ketika kita mendapati seorang teman yang sedang menangis pilu, marah, dan begitu terpuruk. Lalu kita mengatakan “Hey! Tenangkan dirimu”. Saya yakin 90% dia tidak akan mengacuhkan kita dan malah dia akan berbalik berteriak kepada kita. Akan berbeda sekali jika kita mendapati teman seperti itu, kemudian dengan tenang kita menghampirinya, memegang tangannya atau bahkan memeluknya lalu berkata “Tenangkan dirimu, mari kita cari solusinya bersama-sama”. Waw! Itu adalah kata-kata yang indah. Sebuah kata-kata yang tak akan terkeluarkan jika kita tidak menyetuh teman yang menangis tadi. Bisa saja teman kita tadi berhenti menangis dan tanpa kita suruh dia akan spontan menceritakan apa yang terjadi.

Ini adalah sebuah teori yang saya yakini sendiri. Bukanlah sebuah fakta yang saya teliti selama bertahun-tahun yang kemudian teruji kebenarannya. Disini saya berbicara soal keyakinan. Kalau kita yakin terhadap apa yang kita lakukan, tentu hasilnya sangat memuaskan. Contohnya seperti tadi. Kita semua tidak harus mengikuti teori-teori yang sudah ada. Tidak harus! Kenapa? Karena kita bisa menciptakan teori yang kita yakini sendiri dan menjalankannya dengan senang hati. 

Comments

Popular posts from this blog

Hinakah Kita Sebagai Kaum Introvert?

                                                   sumber:  http://www.nerdycreator.com Banyak dari kalangan orang yang mengartikan introvert itu adalah sosok kutu buku, selalu asyik dengan kegiatan sendiri, selalu menutup diri, pendiam, bahkan anti sosial. Kita tentunya sudah mengetahui istilah introvert dan extrovert dalam kepribadian seseorang. Lain lagi pemahamannya dengan extrovert, extrovert itu cenderung periang, suka keramaian, hiper aktiv , suka berorganisasi, bising, dan istilah-istilah lainnya. Jelas-jelas itu kebalikan dari introvert bukan?

My inspiration come from everywhere

              image: sites.google.com Inspirasi itu memang sangat sulit sekali ditebak, bahkan kita tidak bisa menetukan kapan ia harus datang. Akan tetapi kita bisa mengundangnya. Banyak sekali hal-hal yang bisa mendatangkan inspirasi. Kita bisa bisa mengundangnya dari lirik lagu, menonton film, bersantai di taman, berbicara dengan orang lain, kisah-kisah, patah hati, bahagia, impian, cita-cita, target, dan segala hal. Ya, segala hal. Memang lucu, tapi saya pernah mendapatkan sebuah inspirasi ketika sedang menggundar kain kotor di kamar mandi.

Rumah yang Terlupakan

                                                        Image: society6.com Tiga tahun aku tinggal di asrama Menempuh pendidikan sekolah yang jauh dari rumah Empat jam perjalanan jaraknya Membuatku sulit untuk pulang Karena biaya dan waktu yang terbatas Kini Empat tahun lagi aku akan tinggal di kontrakan Menempuh pendidikan kuliah yang jauh dari rumah Dua jam perjalanan jaraknya Masih saja membuatku sulit untuk pulang Karena tugas kuliah yang tiada ujungnya Selepas ini Entah berapa lama lagi aku akan jauh dari rumah Jauh dari orang tua dan sanak saudara Bersama bercanda, bercerita, dan tertawa Aku akui Lelah sekali rasanya jauh dari rumah Tempat di mana aku dibesarkan Dalam dekapan dan kasih sayang orang tua Meskipun aku sering merindukan rumah tercinta Lebih sering pula aku melupakannya Oh ru...