http://www.voa-islam.com
Saya tidak tau harus memulai tulisan ini dari mana. sebagai seorang perempuan, saya memiliki cita-cita yang besar untuk perubahan bangsa ini, yaitu melahirkan generasi pemimpin dan generasi penakluk. Cita-cita ini terbentuk setelah saya disadarkan oleh sebuah tulisan yang seketika membentuk pola pikir saya. “MUSLIMAH NEGARAWAN” kata-kata itu selalu mengganggu pikiran saya sejak saya mengenal kata-kata itu. Ditulis oleh seorang muslimah yang berpikiran luas dengan kekuatan pena cakrawalanya.
Saya tidak tau harus memulai tulisan ini dari mana. sebagai seorang perempuan, saya memiliki cita-cita yang besar untuk perubahan bangsa ini, yaitu melahirkan generasi pemimpin dan generasi penakluk. Cita-cita ini terbentuk setelah saya disadarkan oleh sebuah tulisan yang seketika membentuk pola pikir saya. “MUSLIMAH NEGARAWAN” kata-kata itu selalu mengganggu pikiran saya sejak saya mengenal kata-kata itu. Ditulis oleh seorang muslimah yang berpikiran luas dengan kekuatan pena cakrawalanya.
“MUSLIMAH
NEGARAWAN” mendengar kata itu langsung terbayang seorang wanita yang menjabat di sutatu pemerintahan
yang berkedudukan tinggi dan menuai karir yang sukses. Sempit sekali pikiran
saya jika mengartikannya dengan kata-kata seperti itu. Bukan, bukan
seperti itu maksudnya. Muslimah negarawan
itu adalah bagaimana kita sebagai wanita mampu men-transfer kitab-kitab dan
pikiran para ulama ke dalam realita kehidupan.
Saya
mengutip pernyataan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
(BKKBN) Surya Chandra Surapaty, beliau menyebutkan pada tahun 2016, penduduk
remaja berusia 10-24 tahun berjumlah 66,3 juta jiwa dari total penduuduk Indonesia sebesar 258,7 juta. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa satu diantara
empat penduduk Indonesia adalah remaja. Angka yang fantastis bukan? Tentunya juga
memiliki potensi untuk membangun bangsa kita menjadi bangsa yang lebih baik,
itulah harapan kita kira-kira.
“Remaja
saat ini akan menjadi bagian dari generasi emas Indonesia, generasi yang pada
tahun 2045, saat Indonesia memasuki 100 tahun merdeka akan berusia antara 35-45
tahun,” ujar Surya di acara Apresiasi Duta Generasi berencana (GenRe) dan
Jambore Ajang Kreativitas Ramaja (ADUJAK) tingkat nasional 2017 di Padang Panjang,
Sumatera Barat.
“Untuk
itu, membina remaja agar menjadi generasi emas melalui pembangunan karakter
dalam pembangunan keluarga merupakan hal yang paling penting,” ujar Surya.
Dapat
kita simpulkan, negara Indonesia merupakan penduduk yang memiliki remaja yang kaya. Penting untuk ditekankan, peran
keluarga mempunyai potensi besar dalam membentuk karakter anak-anak bangsa.
Pemimpin,
ulama, guru, artis, direktur, entrepreneur, pencuri, pecandu narkoba, PSK,
koruptor, dan masih banyak yang lainnya, itu semua lahir dari rahim seorang
ibu. Rusaknya kaum-kaum muda, rusaknya para pemimpin berawal dari rusaknya
seorang ibu.
Sekarang
saya akan menunjukkan hasil survey lainnya. Pada tahun 2016 angka kenakalan
remaja meningkat lebih pesat yakni lebih dari 20% dari tahun-tahun sebelumnya. Pernyataan Kepala Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
(KBPPPA), Nurul Hidayati, mengatakan bahwa hal tersebut terjadi karena
beberapa faktor dintaranya adalah pengaruh lingkungan dan gadget. Namun nurul
meyakini penyebab terbesar penyimpangan ini adalah keterlibatan keluarga.
“Lingkungan itu kan pokok mempengaruhi mental seseorang terutama remaja, kemudian teknologi yang tidak bisa kita bendung sama sekali. Sekarang anak SD saja sudah bawa hp dan bisa membuka situs-situs aneh, dan rasa penasaran anak ini belum siap untuk menerima itu,” tegasnya.
“Lingkungan itu kan pokok mempengaruhi mental seseorang terutama remaja, kemudian teknologi yang tidak bisa kita bendung sama sekali. Sekarang anak SD saja sudah bawa hp dan bisa membuka situs-situs aneh, dan rasa penasaran anak ini belum siap untuk menerima itu,” tegasnya.
Jika
penyimpangan-penyimpangan ini terus meningkat, betapa menyedihkan Indonesia. Jika
kita sering menemui penyimpangan yang terjadi pada wanita indonesia seperti meningkatnya angka aborsi, meningkatknya angka wanita yang hamil diluar nikah,
HIV/AIDS. Bayangkan, bagaimana seorang pemimpin yang kita dambakan lahir dari
rahim seorang ibu seperti itu.
Saat
inilah waktunya kita memperbaiki anak-anak muda di indonesia dimulai dari
memperbaiki wanita Indonesia dengan menanamkan pendidikan agama dan cinta terhadap Al-Qur'an. jadikan wanita indonesia sebagai muslimah negarawan yang mana tingkah dan perilakunya berdasar pada pedoman kitab Al-Qur'an. Maka dari itu, terciptalah pemimpin-pemimpin Indonesia yang adil.

Comments
Post a Comment